Berita: Kegiatan Assesment Anak Berkebutuhan Khusus Di SDN Rambutan 03 Pagi


Diposting pada Selasa, 14 November 2017, Oleh: Administrator, Dibaca: 146 kali



Hari kamis tanggal 9 November 2017 di SDN Rambutan 03 Pagi dilaksanakan kegiatan Assesment bagi siswa berkebutuhan khusus yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta.  Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan anak-anak yang memiliki kesulitan belajar, mengetahui penyebabnya serta mencarikan solusi untuk mengatasi permasalahan mereka dengan berdiskusi bersama para orangtua serta para guru kelas. Sebanyak 15 siswa dari kelas 2 sampai dengan kelas 6 mengikuti kegiatan ini mulai dari pembukaan pukul 09.00 WIB sampai dengan penutupan pukul 15.00 WIB. Para orangtua siswa yang bersangkutan juga turut hadir untuk menerima pengarahan mengenai penanganan anak-anak yang berkebutuhan khusus.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB diawali dengan sambutan kepala SDN Rambutan 03 Pagi, Ibu Hj, Suwarsini, S.Pd.,M.M. dan sambutan dari Kasi Dikdas Jakarta Timur, Bapak Taufik. Dilanjutkan dengan sambutan serta pengarahan dari pimpinan Yayasan YPAC Jakarta, Ibu Robiatul Adawiyah, Amd.OT.SKM. Dalam pengarahannya, beliau menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan diikuti oleh siswa dan orangtua selama mengikuti assesment. Beliau juga menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunikannya masing-masing sehingga perlu bimbingan orangtua dan guru untuk menerima dan mengasah potensi serta keunikan tersebut. para orangtua diharapkan lebih mampu menerima keadaan anaknya, apapun kondisinya karena setiap anak memiliki keunikan masing-masing yang tidak dapat disamakan satu dengan lainnya. Sekolah juga harus siap menerima siswa dengan berbagai kondisi, baik kondisi fisik maupun psikis, apalagi dengan adanya sekolah inklusi, maka anak-anak berkebutuhan khusus harus mendapatkan pelayanan yang baik di sekolah. Sekolah bukan hanya tempat untuk mengembangkan dan mengasah kemampuan akademik saja, melainkan juga sebagai wadah mengembangkan dan mengasah berbagai potensi yang ada pada setiap siswa dengan keunikannya masing-masing.

Setelah pengarahan, siswa beserta orangtua diminta untuk mengisi data-data yang dibutuhkan berkaitan dengan siswa, sebelum dipanggil satu persatu untuk mengikuti serangkaian tes. Orangtua dan guru diwawancarai mengenai kondisi siswa, sedangkan siswa mengikuti berbagai tes, diantaranya tes motorik kasar, motorik halus, tes berhitung sederhana, tes kemampuan perseptual dan tes-tes lainnya. Tes ini berguna untuk menjaring data mengenai hambatan-hambatan yang ada pada siswa dan kemungkinan potensi yang dimilikinya. Wawancara dengan orangtua dan guru dilakukan untuk mengetahui latar belakang kondisi siswa, mulai dari masa kehamilan, kelahiran sampai dengan perkembangan dan pertumbuhan anak. Para guru juga diwawancara mengenai keadaan anak selama mengikuti pelajaran di kelas, apa kesulitan atau hambatan yang ditemui guru dalam mengajar siswa yang bersangkutan serta bagaimana cara guru dalam menanganinya. Komunikasi yang melibatkan dua pihak ini (guru dan orangtua) serta hasil tes assesment siswa diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai keadaan siswa, apakah siswa yang bersangkutan perlu mendapatkan penanganan khusus atau hanya membutuhkan stimulasi yang tepat untuk meningkatkan kemampuannya. Hasil assesment juga diharapkan dapat memberikan solusi bagi orangtua, guru dan sekolah untuk mengatasi hambatan-hambatan siswa yang berkebutuhan khusus.

Galeri Foto 

Oleh: Fajar Anisha Oktaningrum, S.Pd.


Berita Terkait: